Novel Kaze: Dendam di Istana Giok. Sebuah Petualangan Dalam Misi Seorang Samurai

Kaze: Dendam di Istana Giok merupakan kelanjutan novel Kaze yang saya bahas di postingan saya sebelumnya. Novel ini, meskipun merupakan sekuel petualangan Kaze, dapat pula dijadikan sebagai novel satu seri, karena hubungan dengan petualangan di awal misinya juga diceritakan pada seri ini. Sekarang saya akan membahas kelanjutan petualangan ronin Matsuyama Kaze.

kaze2

Serial kedua ini masih menceritakan tentang misi pencarian putri dari junjungan Kaze saat masih mengabdi dahulu. Jika pada serial pertamanya lebih mirip kisah misteri dengan pemecahan kasus, di serial kedua ini lebih menitikberatkan pada aksi dan teknik pertarungan menggunakan katana khas samurai.

Cerita diawali saat ronin Matsuyama Kaze akan menuju Edo, ibukota Jepang pada saat itu melewati jalur Tokaido, yaitu jalur utama yang menghubungkan Kyoto (ibukota yang lama saat itu) dengan Edo (saat ini Tokyo). Di tengah perjalanannya, Kaze bertemu dengan seorang pedagang kaya yang hendak dirampok oleh sekelompok bandit. Pertarungan sengit terjadi antara Kaze dengan kelompok bandit tersebut.

Setelah Kaze berhasil mengusir kelompok bandit, Kaze ikut dalam perjalanan sang pedagang menuju kediamannya. Di tengah perjalanan ini, Kaze dan sang pedagang, yang memperkenalkan dirinya Hishigawa masih harus berusaha meloloskan diri dari intaian kelompok bandit yang masih tersisa. Berbagai trik dan strategi yang brilian diterapkan oleh Kaze agar mereka tiba dengan selamat di kediaman Hishigawa.

Namun petualangan belum berakhir sampai di situ. Setelah tiba di kediaman Hishigawa yang megah, Kaze harus terlibat dengan dendam masa lalu di antara dua pihak yang tidak ada hubungan dengannya. Namun, Kaze harus mempertaruhkan nyawanya dalam dendam tersebut demi mendapatkan informasi mengenai putri junjungannya. Konflik inilah yang menjadi inti dari serial kedua ini.

Dendam apa yang sebenarnya terjadi? Juga apa hubungan antara dendam dengan putri yang sedang dia cari? Tentu hal ini yang membuat saya penasaran dengan kelanjutan petualangan sang ronin.

Seperti halnya di serial pertama Kaze, Dale Furutani sang penulis menggambarkan karakter setiap tokoh dan kondisi Jepang saat itu dengan baik. Jenjang kasta antarmasyarakat Jepang pada zaman dahulu, mulai dari samurai, petani, dan pedagang terlihat begitu jelas di novel ini. Pesan mengenai berlakunya karma tersirat dalam novel ini, yaitu jika seseorang berbuat kejahatan, akan dibalas pula oleh kejahatan. Meskipun tidak dalam waktu dekat, namun akan tetap terjadi.

Dalam novel ini, saya juga dibuat terkesan oleh sebuah nasihat dari guru yang dulu melatih Kaze: “kebanyakan orang melewatkan waktu sepanjang hidupnya tanpa memahami apa yang mereka miliki dalam diri mereka, esensi yang menjadikan diri mereka sekarang ini. Beberapa orang baru berhasil mendapatkan ini di akhir hidup mereka.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s